PERINGATAN HARI KARTINI DI SMAISAKA

Peringatan Isra’ Mi’raj SMA ISLAM KEPANJEN
March 29, 2019
UJI KOMPETENSI SCHOOL EMPOWERING PROGRAM
April 29, 2019

PERINGATAN HARI KARTINI DI SMAISAKA

Di sekolah sma islam kepanjen  dilaksanakan upacara peringatan Hari Kartini tanggal 22 April 2019. Semua petugas upacara dilaksanakan oleh wanita.

Tanggal 21 April, diperingati sebagai Hari Kartini,  diambil dari nama pahlawan nasional perempuan bernama Raden Ajeng Kartini.

Kartini dikenal sebagai wanita yang mempelopori kesetaraan derajat antara wanita dan pria di Indonesia. Hal itu dimulai ketika Kartini merasakan banyaknya diskriminasi yang terjadi antara pria dan wanita pada masa itu. Pasalnya beberapa perempuan tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan tinggi.

Raden Ajeng Kartini adalah anak kelima dari 11 bersaudara dari pasangan Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M.A Ngasirah. Dia lahir pada 21 April di Jepara, Jawa Tengah. Keluarga Kartini adalah merupakan sosok bangsawan di Jepara. Sang Ayah dikenal sebagai Bupati di Jepara.

Kartini muda adalah sosok yang sangat menjunjung tinggi ilmu pendidikan dan pengetahuan. Dia sangat gemar membaca dan menulis. Namun, kegemaran Kartini tersebut terenggut lantaran sang ayah Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat meminta Kartini tidak perlu menimba ilmu tinggi, hal itu yang membuat Kartini hanya sampai sekolah dasar dasar saja pada usia 12 tahun.

Dia terakhir bersekolah di Europese Legere School, di sekolah inilah yang membuat Kartini mahir berbahasa Belanda. Kartini berhenti bersekolah lantaran harus dipingit oleh sang ayah Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat.

Namun, Kartini tetap memiliki tekat bulat dan tetap belajar walaupun telah berhenti dari sekolahnya. Sebab pada masa itu Kartini sering berkirim surat dengan teman-temannya di luar negeri untuk saling bertukar informasi.

Kartini juga rutin membaca buku-buku, koran, dan majalah Eropa, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir perempuan Eropa, dan sejak saat itulah timbul keinginannya untuk memajukan perempuan pribumi.

Pasalnya pada saat itu Kartini melihat bahwa perempuan pribumi berada pada status sosial yang rendah.

wanita adalah orang yang tidak boleh di pandang rendah karena wanita bisa saja jadi pahlawan salah satunya seeprti R.A KARTINI.Beliau memperjuangkan nasib para wanita agar kedudukanya bisa sam dengan laki laki

wanita itu harus berkeja keras agar tidak di tindas oleh laki laki

dan kita harus bersungguh -sungguh dalam melakukan sesuatu,dan kita harus memiliki pendidikan agar bisa mensejahterahkan kaum muda dan kaum wanita